IMAN DAN KRIMINAL
Fenomena tingginya tingkat kriminalitas semakin hari, bulan dan tahun bukannya tambah menurun tetapi terasa semakin meningkat. Berbagai macam cara dan usaha untuk menghilangkan, minimal mengurangi dilakukan pihak berwenang dengan bahu-membahu di bantu masyarakat umum. Tetapi teror, pembunuhan, perampokan, pengeboman, pemerkosaan dll yang sejenisnya tetap saja merajalela. Dengan sadisnya mereka membunuh bahkan sampai memutilasi, merampas harta orang lain bahkan belum puas nyawa korban dihilangkan, pengeboman tanpa memikirkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah, sungguh membuat merinding bulu kuduk kita. Dimanakah sebetulnya hati nurani mereka yang melakukan. Tetapi mengapa sebetulnya semua itu bisa terjadi. Lilitan ekonomi, kesenjangan sosial,rasa frustasi, putus asa, dendam, apakah itu beberapa hal yang membuat orang jadi nekad untuk berbuat diluar batas kewajaran manusia. Kenapa hal-hal tersebut selalu menjadi kambing hitam atas perbuatan kriminal yang dilakukan. Kenapa orang-orang seperti itu tidak takut lagi adanya Sang Kholik, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang seharusnya kita tempatkan paling utama di hati kita. "Sesungguhnya jika setiap insan bisa dan mau untuk selalu menempatkan sang Kholik di hati nurani mereka, maka akan selalu terjaga pula setiap langkah dan perbuatannya". Ironis jika kita melihat begitu banyaknya tempat-tempat ibadah yang di bangun di setiap sudut kota, desa bahkan dusun, tetapi begitu lengang pengunjungnya. Bahkan desain rumah sekarang pun menjadi trend adanya ruangan khusus untuk ibadah. Apakah semua itu hanya sebagai hiasan semata....? Seandainya semua itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.......mungkin bisa banyak membantu untuk mengurangi tingkat kriminalitas karena iman kita akan selalu membimbing langkah kita ke arah yang baik. Sehingga aparat dan pihak lainnya yang terkait tidak selalu disibukan dengan urusan-urusan kriminal, tetapi mereka bisa nyaman melayani kepentingen publik yang bersifat sosial, mengatur lalu-lintas yang semakin semrawut, serta berdampingan secara damai dengan masyarakat. Sungguh angan-angan yang selalu saya dambakan.
MATA DAN HATI KITA AKAN TERASA SEJUK APABILA KITA BERADA DI SUATU TEMPAT YANG HIJAU DAN SUBUR, ITU AKAN MEMBUAT JERNIH PIKIRAN KITA
Selasa, 28 Juli 2009
Pelecehan Wanita
Pelecehan Wanita
Sengaja saya mengangkat artikel tentang pelecehan terhadap kaum wanita karena merasa peduli. Hampir setiap hari selepas berangkat dari rumah untuk melakukan aktifitas kerja ada saja kejadian-kejadian yang mengarah terhadap pelecehan wanita yang terlihat. Entah dengan siulan kalau melihat wanita yang maaf " semok", ucapan-ucapan yang senonoh, atau bahkan yang lebih parah sampai ke arah menggoda lewat fisik. Belum lagi kejadian di kantor yang seakan-akan tidak pernah terlewatkan satu hari pun. Kenapa fenomena seperti ini bisa terjadi...? Apakah karena ada ungkapan sebait syair lagu "Wanita dijajah Pria Sejak Dulu", atau sebuah kalimat yang terkandung di Al Quran yang mengatakan bahwa "Wanita Tercipta Dari Tulang Rusuk Pria". Padahal setahu saya makna yang terkandung dalam kalimat di atas bermakna kalau wanita itu merupakan kaum yang lemah, dan seharusnya di lindungi oleh kaum yang kuat (Pria). Tetapi kadang-kadang saya sendiri sebagai laki-laki juga tidak serta merta menyalahkan kaum saya sendiri. Masalahnya tidak sedikit pula kaum wanita sendiri yang memancing untuk terjadinya pelecehan tersebut. Apalagi dengan perkembangan jaman terhadap trend pakaian masa kini yang lebih besar menonjolkan bentuk tubuh, bahkan sampai ada model baju yang minimalis bahannya sehingga pusarnya kelihatan, atau rok yang minim sekali,......tapi kok harganya tetap mahal ya...... Anehnya berani berbusana yang seksi, tetapi mereka sendiri sebetulnya risih, anehnya lagi kenapa tetap berbusana seperti itu. Mengikuti jaman....paling ucapan itu yang keluar dari mulutnya. Terus kalau sudah seperti ini siapa yang sebetulnya salah, kaum pria yang suka melecehkan wanita, atau wanitanya yang mengundang pria untuk melecehkan. Disini saya berusaha untuk tidak mencari siapa yang salah, tetapi mencoba untuk saling mengaca diri agar tidak terjadi pelecehan tersebut. Semestinya kaum wanita yang mudah menjadi korban pelecehan berusaha untuk menghargai dirinya sendiri dengan :
> Berbusanalah yang sopan yang bisa menutupi auratnya
> Jagalah sopan santun dalam pergaulan
> Selalu membatasi diri apabila bergaul, berinteraksi, berkumpul dengan kaum pria
> Janganlah mengeksploitasikan bahasa tubuhnya yang mengundang mata pria tergoda di depan umum
Untuk kaum pria :
> Cobalah kita menghargai dan menghormati kaum wanita, bahwa wanita itu bukan untuk dilecehkan tetapi untuk dilindungi dan di sayangi.
Perempuan Renta
Perempuan Renta
Aku melihat Kedukaan di dalam kerutan wajahmu
Semakin dalam aku mencoba masuk ke jiwamu
Semakin aku merinding.....
Ikut merasakan kepedihanmu
Memilukan......
Seolah aku ingin mendekatimu
Lalu bertanya........
Kemanakah Anak-anakmu.....????
Badan yang serenta itu
Sisa tenaga yang kau punya
Masih kau gunakan untuk melawan kerasnya dunia
Kau tapakan kakimu tanpa alas.....
Di jalanan nan panas......
Ahh....semakin merinding saja bulu kuduku
Semakin terenyuh hatiku.....
Dimanakah anak-anakmu.....ibu....
Mengapa mereka membiarkan kau seperti itu......??
Seharusnya...........
Engkau istirahatkan jiwamu dengan keindahan
Dengan kenyamanan
Dengan Keceriaan....
Di sisa waktumu yang semakin sempit
Ibu.......Dimanakah anakmu.......
Sungguh tega mereka
Membiarkanmu menerpa debu
Mengais hasil yang tak menentu
Sungguh aku jadi pilu
Teringat akan bundaku
Takan kubiarkan itu terjadi
Pada bundaku yang ayu....
Akan kukayuh jiwaku
Semampuku
Sepanjang hidupku
Untuk sesuatu
Demi ibuku
Agar tidak sepertimu
"Seringkali kita melihat di jalanan sosok perempuan yang sudah renta bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu agar bisa bertahan hidup. Seharusnya kita sebagai anak jangan membiarkan itu terjadi, karena merekalah yang telah mengandung kita dan dengan taruhan nyawanya melahirkan kita. Setelah itu membimbing dan membesarkan kita. Seharusnya kita tidak tega membiarkan ibu kita di masa tuanya mengalami hal seperti itu. Untuk itu mulailah dari sekarang kita bekerja keras agar bisa membahagiakan ibu. Doa seorang ibu sangatlah manjur, maka jika kita melangkahkan kaki untuk memulai sesuatu yang positif, ingatlah ibu kita, mintalah doa darinya, berdoalah dari lubuk hati yang terdalam kalau apa yang kita lakukan demi seorang ibu, maka insyaallah kita akan mudah diberi petunjuk oleh yang Maha Kuasa".
Rabu, 22 Juli 2009
MINDER
Rasa minder atau tidak PD (Percaya Diri) merupakan musuh besar dalam diri kita. Tembok tebal yang akan membuat kita sulit untuk maju baik dalam lingkup sosial maupun dunia kerja. Perasaan minder yang menghinggapi itu akan membuat kita canggung untuk berbicara, berpendapat apalagi berusaha untuk melakukan sesuatu yang sifatnya berhubungan dengan obyek lain. Dan sifat minder itu justru akan mematikan kemampuan diri jauh lebih dalam. Dulu saya orangnya minder/tidak percaya diri. Saya minder karena bukan dari kalangan orang kaya, tidak cakep, dan merasa tidak pandai. Perasaan itu yang membuat saya sulit untuk bergaul dengan orang lain, apalagi untuk memulainya lebih dulu. Tetapi ternyata kesuksesan memang tidak egois hanya berlaku untuk orang yang berduit saja. Tidak cakep ternyata bisa ditutupi dengan kerapian dalam berbusana atau bertutur kata. Tidak pandai ternyata hanya karena males belajar dan kurang berkomunikasi dengan dunia luar yang begitu luas, sehingga wawasan kita kurang. Tetapi itu semua sekarang sudah hanya cerita saja, karena sudah berubah. Dan apakah itu semua terjadi semudah membalikan telapak tangan....??? Tidak, karena selain dari dorongan dan kritisi orang lain, dari diri saya sendirilah yang bisa merubahnya. Berpengalaman dari akibat yang dirasakan saat menjadi orang yang minder itulah kekuatan terbesar dari diri saya untuk menjadi berubah. "JIKA AKU TERUS-MENERUS MERASA MINDER MAKA AKU AKAN MENJADI ORANG YANG GAGAL"........itu kalimat yang saya gunakan untuk memotifasi diri. Olehkarena itu maka saya sangat menghargai terhadap keberhasilan yang saya peroleh selama ini, karena saya dapatkan dari nol. Dan yang paling membuat saya bahagia adalah karena bisa membuat orang-orang dekat kita bahagia, khususnya ORANG TUA. Jadi rasa MINDER adalah musuh kita yang harus di basmi. Beberapa tip untuk menghilangkan rasa minder :
- Belajarlah dari kegagalan
- Berusahalah menjadi orang yang komunikatif
- Yakin pada kemampuan diri kita
- Kalau kekayaan yang membuat kita minder, maka kejarlah kekayaan itu
- Kalau fisik yang membuat kita minder, maka hargailah fisik kita
- Perdalam ilmu kita dengan terus belajar tentang hal-hal baru
- Bukalah hati kita untuk bisa menerima atau meminta kritikan dari orang lain
- Jujurlah pada diri kita apa adanya
Sabtu, 18 Juli 2009
FLU BURUNG DAN FLU BABI
Sekitar tahun 2003 muncul wabah flu burung yang bukan hanya mengancam bisnis peternakan saja, tetapi efek lain yang justru lebih membahayakan karena sifat penyakit ini bisa menular ke manusia. Berbagai macam cara untuk penanggulangan masalah ini terus dan terus dilakukan. Belum lagi masalah flu burung tersebut ditemukan titik temu yang signifikan.....heemmmm....muncul lagi yang namanya Flu Babi. Ada apa sebenarnya dunia ini? Apa karena memang sudah semakin tua, seperti halnya kalau orang sudah semakin tua maka akan mudah muncul berbagai penyakit yang di deritanya? Tidak salah juga kalau ada paradigma yang muncul di pikiran kita tentang hal tersebut. Tetapi coba sejenak kita kesampingkan pemikiran itu, dan mari mulailah bersama-sama memikirkan antisipasinya untuk mengatasi masalah ini. H5N1 dan H1N1, dua jenis virus yang masih satu keluarga besar di masalah penyakit flu. Kedua-duanya sama-sama ganas dan bisa menular ke manusia. Kalau kita berbicara secara ilmiah...bisa terjadi ada hubungannya yang berbanding lurus antara perkembangan IPTEK dan penurunan daya tahan tubuh. Sesuatu yang di paksa untuk cepat berkembang tidak menutup kemungkinan melemahkan fungsi jaringan tubuh mahluk hidup tersebut. Dari sisi IPTEK dan BISNIS...ok lah...itu sangat positif pengaruhnya. Akantetapi kenapa untuk sesuatu pengembangan masih cenderung kurang keseimbangannya terhadap antisipasinya. Biarlah.....itu menjadi PR pakar-pakar peneliti dan sang profesor-profesor. Nah, sekarang tinggal kita sebagai obyek yang terancam dengan kasus penyakit tersebut, bagaimana cara diri kita memproteksi agar tidak tertular. Bagi saya pribadi karena setiap harinya bergelut di bidang peternakan, mungkin sedikit tidak terlalu khawatir. Ini di sebabkan karena informasi perkembangan penyakit tersebut serta bagaimana cara antisipasinya selalu mengikuti. Di blog ini saya mencoba berbagi kepada orang-orang awam yang belum bahkan tidak paham terhadap masalah ini. H5N1 dan H1N1, itu semua jenis virus yang pastinya belum ditemukan obatnya. Antisipasinya masih melalui vaksin. Antisipasi paling efektif yaitu dengan biosekuriti atau bahasa kerennya MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN. Lingkungan disini termasuk diri kita. Biosekuriti bisa dilakukan dengan desinfektan atau lebih mudahnya untuk keseharian kita bisa pakai detergen/sabun. Mulailah dari sekarang juga untuk selalu menjaga kebersihan dari lingkungan sekitar rumah kita maupun pada diri kita sendiri. Cobalah untuk selalu membawa jenis sabun antiseptik cair khusus untuk minimal mencuci tangan kita, dan produk itu banyak di jual di toko. Bukan promosi....tapi tips antisipasi karena saya juga bukan pedagang yang punya toko..ha..ha..ha... Pada prinsipnya jenis virus mudah mati jika kena antiseptik/desinfektan. Dari semua itu yang pastinya lebih penting yaitu menjaga kesehatan, perbanyak vitamin untuk kebutuhan tubuh kita, serta jika kita sedang sakit flu hindari kontak langsung dengan hewan sakit. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat.
Kamis, 16 Juli 2009
Tidak Mungkin
"TIDAK MUNGKIN"
Kata "TIDAK MUNGKIN" tidak asing terdengar di telinga kita, dan sangat akrab serta mudah sekali keluar dari bibir kita jika mengalami sesuatu yang terasa susah. Tapi coba kita merenung lebih dalam terhadap ungkapan "Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Di Dunia Ini". Rangkaian kata yang sederhana tersebut sebetulnya sungguh mengandung makna yang dalam yang bisa kita manfaatkan untuk memotifasi diri kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Seseorang yang mudah mengeluarkan ucapan "Tidak Mungkin" menunjukan kalau orang tersebut sangat mudah untuk mematahkan tantangan yang perlu dihadapi. Golongan orang seperti itu akan mudah sekali putus asa, pesimistis, pemurung, merasa sulit dan berat menjalani liku-liku kehidupan. Hal yang akan dirasakan oleh orang-orang yang berjiwa seperti itu maka mereka akan sulit untuk mencapai kesuksesan dan kedamaian hidup. Maka sebelum menjadi golongan orang-orang tersebut, segeralah rubah paradigma pikiran kita tentang sesuatu yang "Tidak Mungkin" menjadi "Tidak Ada Yang Tidak Mungkin". Butuh energi yang besar memang untuk merubah paradigma tersebut pada diri kita. Tapi yakinlah bahwa kita bisa, dan dengan keyakinan itulah untuk menjadikan kita bisa. Segeralah berubah, maka kita akan menjadi orang yang kuat, optimis, percaya diri, penuh inovasi, ceria, serta sukses dalam menjalani kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)